Dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar ijazah formal. Persaingan yang semakin ketat, terutama di sektor agribisnis dan industri kreatif, mengharuskan lulusan perguruan tinggi memiliki bukti konkret atas keahlian mereka. Menjawab tantangan tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang (Yoma) berkolaborasi dengan PT Prodigi Mitra Kreasi untuk menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Kompetensi (Serkom) bagi para mahasiswanya.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa mahasiswa Program Studi Agribisnis Hortikultura tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Membangun SDM Pertanian yang Adaptif dan Kompetitif
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa masa depan kedaulatan pangan bangsa berada di tangan generasi muda. Mahasiswa pertanian adalah garda terdepan yang akan mentransformasi lahan-lahan di Indonesia menjadi pusat produksi pangan modern. Namun, semangat saja tidak cukup. Diperlukan peningkatan kemampuan agar mereka adaptif dengan kemajuan teknologi yang berkembang sangat cepat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyoroti perubahan paradigma pertanian. Menurutnya, pertanian masa kini telah bergeser dari metode tradisional menuju metode modern yang berbasis digital. Digitalisasi inilah yang menjadi pintu masuk bagi anak muda untuk terjun dan sukses di sektor pertanian.
Melalui Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi yang difasilitasi oleh Prodigi Mitra Kreasi, mahasiswa Polbangtan YoMa dipersiapkan untuk menjembatani celah antara teori perkuliahan dengan kebutuhan industri nyata.
Fokus Kompetensi: Kewirausahaan Industri dan Digital Marketing
Kegiatan yang dilaksanakan di kampus Polbangtan YoMa ini menyasar dua kelompok kompetensi krusial yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan mahasiswa:
1. Sertifikasi Kompetensi Kewirausahaan Industri
Mahasiswa Semester VI mengikuti skema Kewirausahaan Industri. Fokus utama dari skema ini adalah membentuk mentalitas dan keterampilan manajerial dalam mengelola unit usaha. Mahasiswa diajarkan bagaimana menyusun rencana bisnis yang matang, mengelola sumber daya, hingga memahami regulasi industri agribisnis. Sertifikasi ini memberikan jaminan bahwa mereka siap menjadi agripreneur (pengusaha pertanian) yang profesional.
2. Sertifikasi Kompetensi Digital Marketing
Sementara itu, mahasiswa Semester VIII difokuskan pada skema Digital Marketing. Di era di mana rantai pasok produk pertanian mulai beralih ke platform *online*, kemampuan pemasaran digital menjadi senjata utama. Mahasiswa dibekali keahlian dalam mengelola media sosial, memahami algoritma pasar, hingga teknik optimasi konten agar produk hortikultura dapat menjangkau konsumen secara luas tanpa melalui perantara yang panjang.

Peran Strategis PT Prodigi Mitra Kreasi
Sebagai mitra pelaksana, PT Prodigi Mitra Kreasi membawa standar profesionalisme yang tinggi dalam setiap sesi Bimtek dan pengujian. Syahril Yose Rizal, salah satu narasumber dari LSP PT Prodigi Mitra Kreasi, menekankan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar formalitas. Sertifikat kompetensi dari BNSP yang diperoleh nantinya akan menjadi bukti autentik bahwa lulusan Polbangtan YoMa adalah tenaga kerja yang “Siap Bersaing dan Siap Berkarya”. “Sertifikasi ini akan menjadi bukti bahwa lulusan Polbangtan YoMa siap bersaing , siap berkarya,” katanya.
PT Prodigi Mitra Kreasi sendiri dikenal sebagai perusahaan jasa pelatihan SDM yang mengedepankan mutu dan kepuasan pelanggan. Dengan dukungan tenaga ahli dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya, Prodigi mampu mengemas materi pelatihan yang tidak hanya teoretis, tetapi juga sangat aplikatif.
Mengapa Sertifikasi BNSP Itu Penting?
Bagi mahasiswa dan lembaga pendidikan, bekerja sama dengan lembaga kredibel seperti PT Prodigi Mitra Kreasi untuk mendapatkan sertifikasi BNSP memberikan banyak keuntungan:
- Pengakuan Nasional: Sertifikat BNSP diakui secara hukum di seluruh Indonesia dan menjadi tolok ukur standar kompetensi bagi perusahaan-perusahaan besar.
- Keunggulan Kompetitif: Dalam proses rekrutmen, calon karyawan yang memiliki sertifikat kompetensi cenderung memiliki nilai lebih di mata HRD dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan ijazah.
- Peningkatan Kepercayaan Diri: Dengan melalui uji kompetensi, seseorang telah melewati validasi dari asesor ahli mengenai kemampuannya dalam bidang tertentu.
- Link and Match Industri: Materi yang diujikan dalam skema BNSP selalu diperbarui mengikuti standar kebutuhan industri terkini.
Mencetak Lulusan yang Siap Menghadapi Dunia Kerja
Rr. Siti Astuti, selaku Kepala Unit Penjaminan Mutu Polbangtan YoMa, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini mampu memberikan manfaat jangka panjang. Dengan pemahaman mendalam mengenai industri agribisnis serta digital marketing yang relevan, para lulusan diharapkan dapat langsung terserap ke dunia kerja atau bahkan menciptakan lapangan kerja baru sebagai pengusaha muda.
Kerja sama dengan PT Prodigi Mitra Kreasi membuktikan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pelatihan profesional adalah kunci utama dalam mencetak SDM unggul di Indonesia.